Cara Berpikir Kreatif

2m — Butuh 2 menit untuk membaca artikel ini

Kreativitas adalah kemampuan yang sangat saya butuhkan untuk bertahan di industri web design. Saya memiliki talenta untuk berpikir kreatif. Tapi sama seperti talenta lainnya, apabila kreativitas ini tidak dilatih, saya beresiko kehilangan talenta sekaligus pekerjaan saya.

Pada umumnya manusia dilahirkan sebagai makhluk yang kreatif. Tetapi tanpa disadari, kehidupan akan menelan habis kreativitas kita. Peraturan, kebiasaan, dan ketakutan akan kesalahan adalah beberapa faktor yang mengikis kreativitas manusia.

Saya punya cerita yang terjadi beberapa tahun lalu. Seorang guru SMU masuk ke kelas, mengambil kapur dan membuat bulatan kecil di papan tulis. Kemudian dia menanyakan apa itu pada murid-muridnya. Beberapa detik berlalu, dan seorang murid menjawab, “Bulatan kapur di papan tulis.” Seisi kelas mengangguk setuju. “Saya heran pada kalian semua”, ujar guru tersebut. “Kemarin saya melakukan hal yang sama pada murid-murid TK dan mereka memberikan 50 jawaban yang berbeda. Mulai dari mata burung hantu, bekas rokok, bintang, serangga yang mati, telur busuk, dan lain-lainnya. Imajinasi mereka benar-benar lebih bagus dari kalian.”

Pendidikan selama 10 tahun lebih telah menajamkan kemampuan kita untuk mencari 1 jawaban yang benar, dan melumpuhkan kemampuan kita untuk mencari lebih dari 1 jawaban. Dalam hidup sering kali jawaban ke-2 atau ke-3 merupakan solusi yang lebih baik daripada jawaban pertama. Neil Postman berkata, “Anak-anak memulai sekolah sebagai tanda tanya, dan tamat sekolah sebagai tanda titik.”

Saat kamu dihadapkan dengan masalah, carilah minimal 2 jawaban. Jangan berhenti mencari karena kamu merasa kamu sudah menemukan solusinya. Jangan takut untuk salah karena kesalahan bisa mendatangkan ide yang brilian. Thomas Alva Edison harus salah selama ribuan kali hingga akhirnya dia berhasil menciptakan bola lampu.

Tips terakhir dari saya: Percayalah kalau kamu kreatif.
Pesan penutup: Hati-hati jangan sampai terobsesi dengan anak TK.

Leave a Comment